Rabu, 29 Juli 2015
Perencanaan Keuangan
Label:
Finance
Investasi Properti: Tanah, Rumah atau Apartemen?
Beberapa tahun belakangan ini kita menyaksikan sendiri bagaimana Indonesia sedang mengalami “boom” properti. Apartemen tumbuh di berbagai area di kota-kota besar di Indonesia seperti jamur di musim hujan. Perumahan pun berkembang di area-area baru – memberikan tambahan pilihan bagi Anda yang ingin berinvestasi properti. Jadi, antara tanah, rumah dan apartemen, pilih mana ya?
Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi di salah satu tipe properti tersebut, yuk, kita bahas dulu kelebihan dan kekurangan berinvestasi pada tanah, rumah atau apartemen.
Tanah
Seperti emas, tanah hampir bisa dibilang tidak mengenal inflasi. Karena itu, orang tua dan kakek-nenek kita kemungkinan lebih memilih berinvestasi tanah dibandingkan investasi jenis lain. Memiliki tanah memang mempunyai beberapa kelebihan, antara lain harganya yang cenderung meningkat setiap tahunnya, serta minimnya biaya perawatan. Apalagi jika tanah yang Anda miliki memiliki lokasi strategis, maka kenaikan harganya bisa berlipat-lipat. Namun demikian, tanah juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Pertama, tanah relatif lebih sulit dijual dibandingkan apartemen atau rumah. Selain itu, kalau tidak diberi batas yang jelas (pagar atau tembok), seringkali tanah Anda disalahgunakan oleh pihak lain jika tidak sering diawasi. Ditambah lagi, berkembangnya harga tanah juga berhubungan erat dengan rencana makro tata kota Anda. Jika ternyata daerah tersebut tidak berkembang, maka bisa jadi tanah Anda tidak laku disewakan atau dijual.
Rumah
Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok – terutama di Indonesia, di mana masyarakat kita masih sangat terbiasa tinggal di rumah ketimbang apartemen. Karena itu, walaupun apartemen berkembang dengan pesat, namun rumah juga masih mempunyai daya tarik pasar yang sangat besar. Sama dengan apartemen, rumah relatif mudah dijual dan juga mudah diagunkan ke bank. Selain itu, Anda dapat menyewakannya sehingga Anda mendapatkan tambahan penghasilan. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam berinvestasi rumah adalah biaya perawatan yang lebih besar daripada tanah. Anda perlu membayar asuransi, dan jika Anda tinggal di komplek maka ada iuran perawatan, kebersihan dan keamanan yang perlu dibayarkan secara rutin. Jika tidak ditempati, rumah pun memerlukan perawatan lebih – misalnya ada kebocoran, cat yang mengelupas, adanya hama rayap – yang perlu diperhatikan agar tidak menurunkan kondisi dan harga rumah tersebut.
Apartemen
Apartemen adalah salah satu tipe properti yang sedang booming di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Dibandingkan dengan rumah, terkadang harganya memang lebih mahal, namun lokasinya juga lebih strategis, walaupun luasnya sedikit lebih kecil dari rumah pada umumnya. Lokasi yang strategis serta fasilitas yang relatif lebih lengkap dibandingkan rumah pada umumnya menjadi daya tarik utama berinvestasi apartemen. Ditambah lagi dengan mudahnya apartemen disewakan kepada pihak lain dengan harga yang cukup tinggi – ini semakin membuat apartemen laris manis dicari banyak orang. Tapi, karena fasilitasnya tersebut, biaya perawatan apartemen juga jauh lebih mahal daripada biaya perawatan rumah, demikian juga biaya listrik dan airnya. Selain itu jika diagunkan ke bank, nilai taksasinya juga lebih rendah daripada rumah.
Nah, dengan beragam kelebihan dan keuntungan masing-masing, tipe properti apa yang Anda pilih untuk Anda?
Label:
Finance
Minggu, 16 November 2014
Impian, Tantangan dan Perjuangan (Prolog AOUC)
Artikel ini mengawali tulisanku dalan Serial perjalanan Account Officer UnderCover (AOUC). Kedepannya, aku akan menggunakan istilah AOUC ini dalam artikel yang memuat cerita ataupun opini pribadi seputar bidang pekerjaan. Jangan disamain dengan judul "Jakarta Undercover" ya, singkatan ini cuma buat mempermudah. Hal lain yang melatari pengambilan istilah ini adalah karena motif utama penulisan cerita ini adalah untuk memberikan informasi seputar serba serbi yang melekat pada seorang yang berprofesi sebagai "ujung tombak" perusahaan perbankan. Nah sekarang, monggo dibaca artikelnya.
Label:
Entertain
Sabtu, 15 November 2014
Dunia Baru Bocah Nusakambangan
Sekarang-sekarang malah ngerasa ini blog terlalu berat isinya. Pengelola juga udah jarang baca buku teksbook. Banyak baca buku yang menunjang kerjaan aja. Maklum lah sekarang aku udah masuk di dunia indistri. Banyak ketemu orang baru, ketemu bos baru (yang rada " "), hee
yang jelas banyak cerita yang pengin ditumpahin lagi disini. Tentang pengalaman selama hampir setahun aku kerja di anak Bank plat merah.
Label:
Entertain
Jumat, 22 November 2013
Mahabarata Kehidupan
Semua ini aku tulis bukan untuk membeberkan kekuranganku, melainkan sebagai sebuah sarana intropeksi dan tulisan untuk membubuhkan cerita setiap menit dan nafas kehidupan yang aku lalui. Sebagai sebuah cerita yang ingin aku tunagkan dalam paragrap kitab "Mahabarata Kehidupan" untuk mengusir kekhawatiran dan kegalaulan dalam melangkah maju.
Aku tercipta untuk menjadi bagian ekosistem dunia ini. Berada di sebuah planet dengan kandungan air yang tinggi diantara lainnya. Aku tercipta di galaksi ini, bersama dengan flora dan fauna dalam tatatanan bima sakti. Kuliah kehidupan telah kujalani lebih dari 22 tahun. Aku belajar mendenganr, berbicara, dan merasakan ciptaan Tuhan yang ada disekitarku. Impianku hanyalah hidup sejahtera, bahagia, dan bersahaja. Memiliki teman yang selalau menjadi pelita dalam merapa jalan takdir yang telah diuratkan. Beristri jelita nan bersahaja pula. Anak yang patuh, cerdas dan bertanggung jawab menjadi idaman yang tak pernah lelah aku tuangkan dalam doa.
Label:
Entertain
Minggu, 17 November 2013
Apa Modal Disetor itu?
Sebuah perusahaan haruslah memiliki kedudukan hukum secara sah sebagai badan usaha di sebuah negara tempat berdiri. Di Indonesia misalnya, kita mengenal jenis-jenis badan usaha diantaranya Koperasi, Firma (Fa), Persekutuan komonditer atau yang biasa dikenal dengan Commanditaire Venneootschap (CV), Perseroan Terbatas (PT), dan Badan Usaha Milik Negara maupun Badan Usaha Milik Daerah.
Label:
Economy
Rabu, 23 Oktober 2013
Inflasi, proses dan dampaknya
Inflasi secara ringkas diartikan sebagai kecenderungan peningkatan harga barang-barang secara serempak dan terus menerus. Peningkatan harga ini disebabkan oleh peredaran uang yang terlalu banyak dibandingkan dengan ketersediaan barang-barang dan jasa. Definisi tersebut menggambarkan bahwa kenaikan satu atau barang ataupun kenaikan barang dalam waktu singkat belum dikatakan sebagai inflasi sehingga kenaikan tersebut belum memerlukan kebijakan moneter secara khusus untuk mengggulanginya.
Jika pemerintah menjalankan kebijakan moneter deficit spending (pengeluaran lebih besar dari pendapatan) yang mengakibatkan volume uang beredar terus bertambah, maka akan terjadi suatu proses inflasi. Jika pemerintah terpaksa menjalankan kebijakan deficit spending dalam rangka untuk memenuhi kebutuhannya yang semakin besar, maka pertambahan permintaan dari pemerintah akan mendorong meningkatnya produksi.Pada taraf awal produksi mungkin dapat menaikan tingkat harga. Hal ini tentunya sangat bergantung dari kondisi persediaan barang. Jika persediaan barang cukup memadai, tentunya tidak akan mendorong kenaikan harga karena kapasitas produksi yang mampu mencukupi peningkatan permintaan.
Jika pemerintah menjalankan kebijakan moneter deficit spending (pengeluaran lebih besar dari pendapatan) yang mengakibatkan volume uang beredar terus bertambah, maka akan terjadi suatu proses inflasi. Jika pemerintah terpaksa menjalankan kebijakan deficit spending dalam rangka untuk memenuhi kebutuhannya yang semakin besar, maka pertambahan permintaan dari pemerintah akan mendorong meningkatnya produksi.Pada taraf awal produksi mungkin dapat menaikan tingkat harga. Hal ini tentunya sangat bergantung dari kondisi persediaan barang. Jika persediaan barang cukup memadai, tentunya tidak akan mendorong kenaikan harga karena kapasitas produksi yang mampu mencukupi peningkatan permintaan.
Label:
Economy
Benarkah Internet Bagus Buat Demokrasi??
Berangkat dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Katinka Barysch, Direktur Hubungan Politik Allianz pada Worl Economic Forum yang mengutarakan apakah "Is the internet really good for democracy?" Ane nyoba beropini dengan beberapa fakta nih,Internet memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat dalam pemilihan politik (pemilu, pilgub, pilkada, maupun pilkades). Internet juga bisa digunakan sebagai sarana orasi politik atau meningkatkan suara pemilihan kandidat agar bisa mencapai elemen terkecil masyarakat bahakan masyarakat pinggiran). Hampir setiap kandidat pemangku jabatan politik jaman sekarang menggunakan FB, tweeter, dan youtube untuk sarana kampanye nya.
Selasa, 22 Oktober 2013
Apa itu Suku Bunga??
Mengambil definisi Kasmir (2008 : 131), bunga bank adalah sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produkanya. Bunga juga dapat diartikan harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman). Berdasarkan pengertian tersebut suku bunga terbagi dalam dua macam yaitu sebagai berikut :
1. Bunga simpanan yaitu bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Sebagai contoh jasa giro, bunga tabungan, dan bunga deposito.
2. Bunga pinjaman yaitu bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga. Sebagai contoh bunga kredit.
Label:
Economy
Pendekatan Asset Liability Management Modern
Persaingan pada industri perbankan yang semakin ketat menyebabkan teori-teori pengelolaan asset-liabilitysemakin berkembang. Secara spesifik, pendekatan asset liability management memfokuskan pada hubungan antara tingkat asset-asset variabel (variable-rate assets, VRAs) dan tingkat utang-utang variabel (variable-rate liabilities, VRLs). VRAs dan VRLs akan diperbaharui sepanjang waktu sesuai dengan perkembangan pasar.
Teori ini muncul pada tahun 1970-an ketika terjadi fluktuasi tingkat bunga yang sangat drastis. Tiga jenis strategi asset liability management telah berkembang yang dikaitkan dengan “jurang pendanaan” (funds gap). Pada dasarnya, funds gap merupakan selisih antara VRAs dan VRLs. Ketiga strategi tersebut adalah the zero funds gap, the positive funds gap dan the negative funds gap.
Label:
Finance
Evolusi Teori Asset Liability Management
Bank merupakan lembaga intermediasi yang menjadi penghubung pihak kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan pendanaan. Bank harus mampu menentukan tingkat bunga yang tepat (pricing) baik untuk lending (pembiayaan) maupun funding (penghimpunan dana) dengan memperhatikan faktor rentabilitas, likuiditas dan risiko. Asset liability management merupakan fungsi manajemen bank yang amat penting dalam menata portofolio kedua sisi neraca guna tercapainya pendapatan yang maksimal dengan memitigasi risiko yang dapat diperhitungkan sebelumnya.
Berikut ini akan diuraikan evolusi berbagai pendekatan asset liability management :
Berikut ini akan diuraikan evolusi berbagai pendekatan asset liability management :
Label:
Finance
What is Bank Risk Appetite?
In general, the definition of risk appetite is the amount of risk that can be accepted / tolerated by the bank. In the context of supervision, the Financial Services Autority (FSA) UK defines risk appetite as the amount of risk that banks have to be ready whenever a bad things happened. Banks can use risk appetite in expressing what level of acceptable risk and providing certainty for bank stakeholders.In practice, when talking about risk appetite, the bank uses the tolerance limit approach. Tolerance Limit / risk tolerance is level of relative variation at the acceptable risks incident to the achievement of bank objectives strategic. In other words, risk tolerance is the level where the risk event occurring would not disturb the achievement of the bank.
Basel III Siap Diberlakukan
Perjanjian Basel atau yang lebih dikenal dengan Basel Accord merupakan regulasi perbankan internasional yang ditetapkan berdasarkan hasil
kesepakatan negara-negara yang tergabung dalam Basel Committee on Banking
Supervision (BCBS) yang didirikan pada tahun 1974 oleh negara-negara G10.
BCBS bertujuan untuk menciptakan peraturan bersama dalam rangka memeperkuat
stabilitas dan kesehatan sistem perbankan internasional, menciptakan kerangka
sistem yang adil dalam mengukur kecukupan modal secara internasional, dan
mendapatkan kerangka yang konsisten untuk mengurangi ketidaksamaan kompetisi
antarbank yang bertransaksi di tingkat internasional.
Peraturan Basel terbaru adalah Basel III yang
diterbitkan pada Desember 2010. BCBS mempublikasikan dokumen dengan judul Global
Regulatory Framework for More Resilent Banks and Banking System. Dokumen
ini yang kemudian dikenal sebagai naskah Basel III. Penerbitan Basel III dipicu
oleh krisis keuangan global pada tahun 2007 sampai 2008 yang disebabkan
banyaknya bank terlilit hutang yang tinggi, baik pada laporan posisi keuangan
yang dilaporkan (on balance sheet) maupun laporan posisi keuangan yang
tidak dilaporkan (off balance sheet). Akibatnya, terjadinya penggerusan
tingkat dan kualitas modal yang dimiliki bank.
Label:
Finance
Pengukuran Risiko Operasional Bank Syariah Melalui Pendekatan Simulasi Loss Distribution Aggregate Method (Studi Kasus Risiko Kehilangan Uang Bank Syariah X)
Abstract
Operational risk is one of the types of
risks that must be taken care of by a business institution. Mismanagement of
Operational risk can cause a loss of business institution. Barings bank is a
financial institution that went bankrupt due to mismanagement of operational
risk. Islamic bank is also not free from the threat of operational risk, as
well as other business institutions.
This paper examines the mechanism of
calculating operational risk in Islamic Bank X using Loss Distribution
Aggregate (LDA) approach. Data used in this paper is the data loss money in
Islamic Bank X in the period January 2008 to December 2011. Value at Risk (VaR)
at the 99,9% confidence level used to calculate unexpected loss. Research
result mentioned Islamic Bank X must provide funds IDR 73.702.110.763,48 as a
capital charge to cover possible losses arising from operational risk in the
coming periode.
Keywords: Loss Distribution Aggregate
(LDA), Risiko Operasional, Value at Risk (VaR),
Rizal Razib
Abdillah
NIM S.0913.042
rizalrazib@gmail.com
Senin, 25 Februari 2013
Hilangnya 11 Hari di Bulan September 1752
Pada tau ga sih kalo di bulan September 1752 ada 12 hari yang hilang dari kalender dunia?
Perhatikan kalender disamping ini, pada bulan September 1752 dunia kehilangan 11 hari. Tanggal 3 September sampai 13 September hilang dari penanggalan dunia.
Pembaca bisa cek kalender di komputer Anda kalo tidak percaya. Sayangnya untuk Anda yang menggunakan windows tidak bisa melihat hilangnya 11 hari ini. Bagi Anda pengguna linux bisa langsung di cek keabsahan dari peristiwa ini.
Pada bulan september 1752, hari Rabu di minggu pertama tertera sebagai tanggal 2 September. Akan tetapi keesokan harinya (hari kamis) langsung lompat pada menjadi tanggal 14.
Apakah yang terjadi? Kemana 11 hari di bulan ini?? Ini kronologinya.
Label:
Entertain
Selasa, 22 Januari 2013
Regresi
Regresi
merupakan metode analisa ekonometrika yang difunakan untuk mengetahui pengauh
variabel independen (bebas) terhadapa variabel dependen dalam sebuah estimasi
model.
Model regresi
dituliskan dengan persamaan Y = b0 + b1X +e , dimana
Y :
variabel dependen (terikat)
X : variabel independen (bebas)
b : koefisien regresi
e :
error / residu.
Label:
Economy
Selasa, 08 Januari 2013
Coretan Malam
Cinta..,
Ia datang tanpa di duga
Tak peduli menghampiri siapa
Tak pernah mengenal logika
Ataupun menghiraukan "terpaksa"
Dulu dia biasa
Tak pernah menjadi istimewa
Getaran di jiwa mengubah segalanya
menjadikan dia selalu yang pertama
Bukan tahta yang membawa cinta
Bukan harta yang menjadi perantara
Hanya seonggok daging yang menjadi perantara
Dan mata yang tak pernah lelah tuk memandangnya
Aku bukanlah siapa-siapa
Bukan manusia yang gila akan wanita
Atau sang durja yang berniat mempermainkannya
Aku hanyalah jiwa yang lemah saat tak melihat semumnya
Apalah arti seorang manusia
Bila putus asa telah menghampirinya
Haruskah ia merubah segalanya?
Jika hidup tanpa belahan jiwa
Ia datang tanpa di duga
Tak peduli menghampiri siapa
Tak pernah mengenal logika
Ataupun menghiraukan "terpaksa"
Dulu dia biasa
Tak pernah menjadi istimewa
Getaran di jiwa mengubah segalanya
menjadikan dia selalu yang pertama
Bukan tahta yang membawa cinta
Bukan harta yang menjadi perantara
Hanya seonggok daging yang menjadi perantara
Dan mata yang tak pernah lelah tuk memandangnya
Aku bukanlah siapa-siapa
Bukan manusia yang gila akan wanita
Atau sang durja yang berniat mempermainkannya
Aku hanyalah jiwa yang lemah saat tak melihat semumnya
Apalah arti seorang manusia
Bila putus asa telah menghampirinya
Haruskah ia merubah segalanya?
Jika hidup tanpa belahan jiwa
Label:
Entertain
Kamis, 27 Desember 2012
Sertifikasi Profesonal Bidang Keuangan dan Akuntansi
Sertifikasi profesional adalah suatu bentuk pengakuan
atas keprofesionalan seseorang akan bidang yang digelutinya. Dalam pasar
tenaga kerja sertifikat profesional yang dimiliki sesorang menjadi daya jual
orang tersebut, sertifikat tersebutlah yang membedakan tingkat kualitas dan
keahlian seorang tenaga kerja dibanding dengan tenaga kerja lainnya.
Misalkan saja seorang yang memiliki
sertifikasi internal auditor tentu akan lebih dipercaya oleh manajemen
perusahaan untuk dipekerjakan meng-audit perusahaan dibanding orang lain yang
tidak memilikinya.
Ada banyak jenis sertifikat professional yang bisa kawan-kawan ambil,
diantaranya:
Certified
Public Accountant (CPA)
Nama
sertifikasi ini hampir sama dengan yang digunakan hampir di semua Negara.
Indonesia baru saja menggunkan istilah ini, sebelunya masih menggunakan sebutan
Besertifikat Akuntan Publik (BAP). Lembaga yang mengeluarkan sertifikat ini
adalah Institute Akuntan Publik Indonesia
(IAPI).
Label:
Finance
Penyebab Krisis "Subprime Mortgage" Amerika
Krisis global tahun 2008 yang berawal dari krisis
keuangan Amerika Serikat terjadi karena banyaknya default payment dari
instrumen credit default swap di pasar keuangan Amerika Serikat. Subprime
mortgage merupakan
istilah untuk kredit perumahan (mortgage) yang diberikan kepada debitor dengan
sejarah kredit yang buruk atau belum memiliki sejarah kredit sama sekali,
sehingga digolongkan sebagai kredit yang berisiko tinggi. Penyaluran subprime
mortgage di AS mengalami peningkatan pesat yakni sebesar US$ 200 miliar pada
2002 menjadi US$ 500 miliar pada 2005.[1]
Meskipun subprime
mortgage yang menjadi awal terciptanya krisis, namun sebenarnya jumlahnya
relatif kecil dibandingkan keseluruhan kerugian yang dialami oleh perekonomian dunia secara
keseluruhan. Kerugian besar yang terjadi bersumber dari praktik
pengemasan subprime mortgage tersebut ke dalam berbagai bentuk
sekuritas lain, yang kemudian diperdagangkan di pasar finansial global.
Selasa, 03 Juli 2012
"Jejak Dewa" di Tanah Afrika
Puluhan ribu formasi tanah gundul membentuk lingkaran-lingkaran kecil di antara rerumputan hijau. Ukuran tanah gundul itu memiliki diameter 2 hingga 12 meter. Tanah hijau dengan lingkaran tanpa rumput itu berada di selatan Angola, Afrika Selatan. Penduduk lokal menyebutnya jejak langkah dewa.
Ilmuwan sudah angkat tangan. Tapi, Walter Tschinkel punya petunjuk baru.
Pakar biologi dari Universitas Florida State, Tallahassee, Amerika Serikat, Walter Tschinkel menemukan yang belum pernah diketahui sebelumnya. Kendati Tschinkel belum bisa memecahkan misteri, tapi dia mengatakan lingkaran ini hidup.
Label:
Entertain
Langganan:
Postingan (Atom)











