Headline

IMAGE-1 IMAGE-2 IMAGE-3 IMAGE-4 IMAGE-5 IMAGE-5
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

Tafsir Jihad versi CJ Chivers


Sebuah majalah populer terbitan Amerika Serikat (AS), Esquire edisi Oktober 2003 memuat kisah perjalanan di tiga negara 'panas', yakni Irak, Afghanistan, dan Palestina. Laporan perjalanan karya CJ Chivers itu diberi judul What I Learned at The Jihad (apa yang kita pelajari dalam jihad).

Layaknya laporan perjalanan, tulisan karya veteran Marinir AS yang kemudian menjadi reporter itu disajikan sangat menawan. Dalam tulisan tersebut dia bercerita soal pertemuannya dengan beberapa pejuang Irak, kelompok Aliansi Utara di Afghanistan, serta para mujahid Palestina.


Melalui laporan perjalannya, secara implisit Chivers menampilkan pandangan Barat terhadap terminologi Jihad. Dari awal hingga akhir tulisan, istilah Jihad yang dia gunakan selalu didekatkan dengan perang. Gaya penyajian seperti itu mudah sekali menggiring pembacanya untuk memaknai jihad secara sempit, yakni mengangkat senjata dan menumpahkan darah.

Minggu, 24 Juni 2012

Fatwa Yusuf Qardhawi tentang Euthanisia



Yang dimaksud taisir al-maut  al-fa'al  (eutanasia  positif) ialah  tindakan  memudahkan kematian si sakit --karena kasih sayang-- yang dilakukan  oleh  dokter  dengan  mempergunakan instrumen (alat). 
Beberapa contoh diantaranya:

  1. seseorang menderita kanker ganas dengan rasa sakit yang luar biasa hingga penderita sering pingsan. Dalam hal ini dokter yakin bahwa yang bersangkutan akan meninggal dunia. Kemudian dokter memberinya obat dengan takaran tinggi (overdosisi) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya, tetapi menghentikan pernapasannya sekaligus.
  2. Orang mengalami keadaan koma yang sangat lama, misalnya karena bagian otaknya terserang penyakit atau bagian kepalanya mengalami benturan yang sangat keras. Dalam keadaan demikian ia hanya mungkin dapat hidup dengan menggunakan alat bantuan pernapasan, sedangkan dokter berkeyakinan bahwa penderita tidak akan dapat disembuhkan. Alat pernapasan itulah yang memompa udara ke paru-parunya dan menjadikannya dapat bernapas secara otomatis. Jika alat pernapasan dihentikan, si penderita tifak mungkin dapat melanjutkan pernapasannya. Maka, sau-satunya cara yang mungkin dapat dilakukan adalah membiarkan si sakit hidup dengan mempergunakan bantuan pernapasan buatan untuk melanjutkan gerak kehidupannya. Namun, ada yang menganggap bahwa orang sakit seperti ini sebagai "orang mati" karena tidak mampu melakukan aktivitas. Maka memberhrntikan alat bantuan pernaasan itu sebagai cara yang positif untuk memudahkan proses kematiannya.